Bima, mediaprogresif.online.- Hari Jadi Bima (HJB) yang ke-384 di tahun 2024 merupakan momen sakral bagi “Dou Labo Dana Mbojo”. HJB diperingati setiap tanggal 5 Juli setiap tahunnnya dan upacaranya dilaksanakan pada halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bima di Godo dengan melibatkan semua instansi, Jum’at (5/7) pukul 08.00 Wita hingga selasai.
Namun, sebagian staf atau karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia tidak bisa ikut upacara HJB karena harus melayani pasien operasi katarak hingga larut malam karena tidak cukup waktu, operasi katarak terpaksa harus dilanjutkan pada Sabtu (6/7).
Hal menarik, pada saat pelayanan operasi, tim medis rumah sakit setempat mengenakan adat bima, untuk tim medis laki-laki menggunakan Sambolo dan Katente Tembe sedangkan perempuan menggunakan Rimpu.
Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman MPH yang ditemui Jum’at (5/7) membenarkan sebagian staf tidak ikut upacara HJB di Kantor Bupati Bima karena harus melayani pasien termasuk yang operasi katarak.”Operasi katarak gratis ini merupakan bagian dari kontribusi buat “Dou Labo Dana Mbojo di HJB ke 384,” ucap Direktur yang ramah itu.
Masih Firman, pelayanan operasi katarak sudah melebihi dari target 100 orang dari operasi katarak sebelumnya. Saat ini kami melayani 20 orang hingga larut malam dan dilanjutkan Sabtu (6/7) pagi. Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik dengan hati, tuturnya.
Disampaikannya, RSUD Sondosia siap melayani kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Bima, seperti pelayanan dokter spesialis, klinik rawat jalan, fisioterapi dan lainnya. Tak hanya itu, dukungan laboratorium dengan peralatan dan jenis pemeriksaan radiologi (rontgen) canggih juga dipersiapkan untuk memberikan pelayanan terbaik.
“Saat ini RSUD Sondosia sedang memproses kehadiran dokter spesialis orthopedi setiap hari mulai pukul 13-16 Wita. Jadi, masyarakat setelah paginya memeriksakan diri ke Puskesmas atau Faskes lain, bisa membawa rujukan ke RSUD Sondosia dan dilayani setelah dzuhur, termasuk jika harus operasi,”.
Sebelumnya, minggu lalu hingga sekarang pihak RSUD Sondosia telah berhasil mengoperasi ibu melahirkan melalui operasi cesar sebanyak 7 (tujuh) orang, termasuk beberapa persalinan normal rujukan dari Puskesmas sekitarnya. “Kami berharap, ke depan RSUD Sondosia menjadi pusat rujukan untuk memberikan pelayanan prima, tentunya dengan cinta, dengan sepenuh hati,” tutup pria alumi magister manajenen rumah sakit UGM itu. (Syam)
Posting Komentar