Kehadiran kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bima di Kecamatan Donggo diprediksi akan memicu gelombang ekonomi baru (multiplier effect) bagi masyarakat setempat. Dampak positif ini diharapkan menyusul telah diserahkannya hibah aset tanah dari Pemerintah Kabupaten Bima untuk pendirian perguruan tinggi negeri tersebut.
BIMA, NTB.- Suasana hangat menyambut kedatangan Bupati Bima H. Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan di Desa Doridungga, Kecamatan Donggo, Rabu (26/2/2025). Prosesi penyambutan dengan tampilan Hadrah dan pengalungan selendang tenun khas Donggo di ruas jalan desa menandai dimulainya kunjungan kerja yang berfokus pada percepatan pembangunan.Usai menunaikan Shalat Magrib berjamaah di Masjid At-Taqwa Dusun Mangge Nae, Bupati dan jajarannya menggelar dialog interaktif dalam sesi ‘Ngopi Bareng UMKM’ di Gedung Serbaguna Sukamaju, Desa Doridungga. Pada forum inilah, Bupati Ady Mahyudi secara resmi mengonfirmasi telah dilaksanakannya serah terima hibah aset untuk pendirian IAIN Bima.
“Bupati dan Wakil Bupati memohon doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bima, khususnya di Kecamatan Donggo, sehubungan dengan telah dilaksanakannya serah terima hibah aset dari Pemerintah Daerah untuk pendirian IAIN Bima dan akan diproses lebih lanjut,” ujar Bupati Ady di hadapan para pelaku UMKM dan tokoh masyarakat.
Lebih dari sekadar kehadiran institusi pendidikan, Bupati menekankan dampak ikutan (multiplier effect) yang sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi lokal. “Kehadiran perguruan tinggi negeri tersebut tentu saja akan memiliki multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan tumbuh kembangnya sektor jasa sewa kontrakan, makanan, dan banyak lagi kegiatan ekonomi lokal yang bisa berkembang,” paparnya.
Analisis tersebut merujuk pada potensi membengkaknya populasi pelajar dan tenaga pendidik yang akan membutuhkan berbagai dukungan layanan. Sektor properti, seperti usaha kos-kosan dan kontrakan, diprediksi menjadi yang pertama merasakan dampaknya. Disusul kemudian oleh sektor kuliner dengan menjamurnya warung makan, kedai kopi, dan rumah makan; serta sektor jasa lainnya seperti laundry, fotokopi, dan transportasi lokal.
Sebagai bentuk kesiapan dan dukungan terhadap perkembangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima juga memaparkan sejumlah program pembangunan infrastruktur yang akan digelontorkan di Kecamatan Donggo pada Tahun Anggaran 2025.
“Program pembangunan yang digelontorkan tersebut merupakan wujud perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat Kecamatan Donggo,” tegas Bupati Ady Mahyudi, menegaskan komitmennya untuk membangun daerah yang selama ini kerap dianggap sebagai wilayah terpencil.
Langkah strategis ini diapresiasi oleh para pelaku UMKM yang hadir. Mereka menyambut positif prospek ekonomi baru yang akan dibawa oleh kehadiran kampus IAIN Bima, seraya berharap dapat berpartisipasi aktif dalam meraih manfaat dari gelombang perkembangan tersebut.
Dengan ditandatanganinya hibah aset ini, masyarakat Donggo tidak hanya menyambut sebuah institusi pendidikan, tetapi juga sebuah era baru yang penuh dengan peluang dan kemajuan ekonomi bagi generasi sekarang dan yang akan datang.
Posting Komentar