Sebanyak 50 orang lanjut usia (lansia) di Kabupaten Bima membuktikan bahwa usia senja bukan penghalang untuk tetap aktif dan produktif. Mereka diwisuda sebagai alumni Sekolah Lansia Sehat, Tangguh, Mandiri (SETAMA), sebuah wadah edukasi yang menempatkan lansia sebagai subjek pembangunan yang mampu berkontribusi bagi diri dan lingkungannya.
Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, dalam sambutannya menyebut prosesi wisuda ini sebagai momentum penting dalam penguatan kualitas hidup penduduk lanjut usia. “Program ini menjadi salah satu contoh keberhasilan pembinaan Lansia berbasis edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan berkelanjutan,” terangnya.
Irfan Zubaidy juga menyampaikan apresiasi karena program Sekolah Lansia berhasil menjadi wadah yang menempatkan lansia bukan sebagai objek, melainkan sebagai subjek pembangunan yang tetap aktif dan produktif.
Pernyataan senada disampaikan Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi NTB, Dr. Lalu Makripuddin, M.Si. Ia menekankan bahwa Sekolah Lansia bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian penting dari strategi nasional untuk menciptakan keluarga sehat dan berkualitas. “Lansia harus memiliki ruang untuk terus belajar, tetap aktif, dan berdaya,” jelasnya.
Dr. Makripuddin berharap program ini dapat diperluas sehingga semakin banyak lansia yang merasakan manfaatnya. Ia mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan kader di lapangan.
Salah satu perwakilan wisudawan, Ramli A. Wahab, S.Pd., menyampaikan rasa haru dan syukur dapat mengikuti proses pembelajaran hingga diwisuda. Acara ini juga dihadiri oleh Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bima Nurdin, S.Sos, Camat Palibelo, serta perwakilan dari berbagai organisasi wanita dan masyarakat setempat, menandakan dukungan kolektif terhadap pemberdayaan lansia di Bima.
Posting Komentar