Komitmen "Ady-Irfan" Perkuat Penanganan Stunting, Minta Perhatian Khusus Pemprov NTB untuk Bima




Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima secara resmi menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan mengintensifkan program penanganan stunting. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Pj. Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, di hadapan Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, dalam kunjungan kerja yang mengusung isu prioritas tersebut. Dalam kesempatan itu, Irfan Zubaidy juga menyampaikan harapan agar Bima mendapatkan perhatian khusus dari Pemprov NTB, dengan menyamakan hubungan kedua pemerintah daerah layaknya orang tua dan anak. Pernyataan ini menegaskan posisi penanganan stunting sebagai salah satu agenda utama pembangunan kesehatan di Bima, yang membutuhkan sinergi kuat dengan pemerintah provinsi.

BIMA, NTB.- Penanganan stunting menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima di bawah kepemimpinan Pj. Bupati dan Wakil Bupati, yang sering disebut "Ady-Irfan". Komitmen tersebut secara resmi ditegaskan kembali oleh Pj. Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, dalam kunjungan kerja Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M.IP., ke Puskesmas Woha, Sabtu (6/12).

Di hadapan pimpinan provinsi dan jajaran forkopimda setempat, Irfan Zubaidy menyampaikan bahwa Pemkab Bima bertekad melanjutkan segala upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, dengan fokus khusus pada penanganan stunting. "Pemerintah Ady-Irfan berkomitmen untuk melanjutkan upaya-upaya peningkatan derajat kesehatan khususnya dalam penanganan stunting," tegasnya.

Lebih lanjut, dalam sambutannya yang sarat makna, Irfan Zubaidy menggambarkan dinamika hubungan antara Pemkab Bima dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. "Hubungan antara Pemerintah Kabupaten Bima dengan Pemerintah provinsi NTH ibarat anak dan orang tua yang memiliki 10 anak. Sebagai orang tua, diharapkan dapat memberikan perhatian yang lebih dan Kabupaten Bima dapat menjadi anak yang istimewa," ujarnya. Metafora ini dipandang sebagai penyampaian aspirasi halus agar Bima, dengan segala tantangan dan kebutuhannya, mendapatkan alokasi perhatian dan sumber daya yang memadai dalam peta penanganan stunting di tingkat provinsi.

Kunjungan kerja yang juga dihadiri oleh Kapolres Bima, AKBP Eko Sutomo, serta kepala dinas kesehatan dari tingkat provinsi (Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri) hingga kabupaten (Fahrurrahman, SE., M.Si) ini, menegaskan bahwa isu stunting berada dalam radar prioritas tinggi kedua level pemerintahan. Kehadiran Wagub NTH beserta jajaran eselonnya menunjukkan keseriusan pemantauan dan evaluasi program dari tingkat provinsi.

Sebagai bentuk dukungan langsung dalam kunjungan yang mengusung tema kepedulian sosial ini, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB menyalurkan 50 paket nutrisi khusus bagi anak stunting di wilayah tersebut. Bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan keluarga dari Desa Waduwani, Kalampa, dan Nisa. Selain itu, sebagai perhatian pada kelompok rentan lain, dibagikan pula 100 paket sembako untuk lansia dan kaum duafa, serta penyerahan alat antropometri kepada koordinator gizi Puskesmas Woha untuk memperkuat sistem pemantauan.

Dengan deklarasi komitmen ini, Pemkab Bima menempatkan isu stunting bukan hanya sebagai program kesehatan biasa, melainkan sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan manusia. Harapannya, komitmen yang disampaikan di tingkat politik ini segera diikuti dengan aksi-aksi terukur dan sinergis yang melibatkan semua pihak, dari tingkat desa hingga provinsi, untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting secara signifikan.
Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama