Pernah lama mengurus sumber daya manusia dan pembinaan masyarakat di Polri, Edy Murbowo kini memimpin Polda NTB dengan pendekatan persuasif.
Pergantian kepemimpinan di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat pada penghujung 2025 menandai hadirnya sosok dengan latar belakang berbeda di jalur kepemimpinan kewilayahan. Irjen Pol. Edy Murbowo resmi ditunjuk sebagai Kapolda NTB berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2781/XII/2025, menggantikan Irjen Pol. Hadi Gunawan.Penunjukan tersebut merupakan bagian dari mutasi dan rotasi pejabat Polri akhir tahun 2025. Bagi Edy Murbowo, NTB bukan sekadar wilayah tugas baru, melainkan ruang pembuktian atas pendekatan kepolisian yang selama ini ia bangun dari balik kebijakan nasional.
Jejak Panjang di Balik Layar Kepolisian
Irjen Pol. Edy Murbowo merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1990. Dalam lintasan kariernya, ia pernah bertugas sebagai Kapolres Pekalongan dan Kapolres Magelang, sebelum kemudian lebih banyak dipercaya di bidang pembinaan dan pengelolaan organisasi.
Ia pernah menjabat Karo SDM Polda Kalimantan Selatan dan Karo SDM Polda Jawa Tengah, dua posisi strategis yang berkaitan langsung dengan tata kelola personel dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri. Dari jalur tersebut, Edy Murbowo kemudian ditarik ke Mabes Polri dan dipercaya menduduki jabatan Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Polri, sebagaimana tercantum dalam keterangan resmi Polri.
Di Korbinmas, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan pembinaan masyarakat dan pencegahan gangguan keamanan berbasis kemitraan sosial.
Prestasi yang Dibangun Perlahan
Kontribusi Irjen Pol. Edy Murbowo lebih banyak tercatat dalam kerja-kerja struktural dan kultural. Selama menjabat di Korbinmas Polri, ia dikenal mendorong penguatan fungsi preemtif kepolisian melalui pembinaan masyarakat, penguatan peran Bhabinkamtibmas, serta kemitraan dengan tokoh adat dan tokoh agama.
Pendekatan tersebut menempatkan polisi sebagai bagian dari komunitas, bukan semata aparat penegak hukum. Model ini dinilai relevan dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang beragam.
Selain kerja struktural, Edy Murbowo juga mencatatkan kontribusi intelektual. Pada 2025, ia meluncurkan dua buku bertema Polisi Baik, yang memuat refleksi dan kisah praktik kepolisian humanis dari berbagai daerah. Buku tersebut menjadi bagian dari upaya internal Polri untuk membangun kultur pelayanan dan kepercayaan publik.
NTB dan Tantangan Kepemimpinan Lokal
Sebagai Kapolda NTB, Edy Murbowo menghadapi karakter wilayah yang khas. NTB merupakan provinsi kepulauan dengan keragaman sosial dan budaya, sekaligus menjadi salah satu destinasi pariwisata nasional dan internasional.
Tantangan keamanan di wilayah ini tidak selalu berbentuk kriminalitas konvensional. Dinamika sosial masyarakat, aktivitas ekonomi lokal, serta kebutuhan pengamanan kawasan wisata menuntut pendekatan yang persuasif dan sensitif terhadap kearifan lokal.
Dalam konteks tersebut, latar belakang Edy Murbowo di bidang pembinaan masyarakat dan SDM dipandang relevan dengan kebutuhan daerah.
Babak Baru di Bumi Gora
Masuknya Irjen Pol. Edy Murbowo sebagai Kapolda NTB membuka ekspektasi akan kepemimpinan kepolisian yang lebih komunikatif dan membumi. Bukan hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga merawat relasi dengan masyarakat serta membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Bagi NTB, kepemimpinan baru ini menjadi momentum melihat bagaimana pendekatan polisi humanis diterapkan dalam konteks lokal. Sementara bagi Edy Murbowo, NTB adalah babak baru—ruang untuk membuktikan bahwa pembinaan, dialog, dan penegakan hukum dapat berjalan beriringan.
Posting Komentar