Dari secangkir kopi hingga promosi produk lokal, program Ngopi Bareng dalam rangkaian Selasa Menyapa menjadi ruang nyata tumbuhnya gagasan, potensi usaha, dan harapan ekonomi masyarakat desa. Abon tuna hingga jamu tradisional kini dapat lampu hijau untuk naik kelas. Begini komitmen konkretnya.
Acara yang dipandu oleh Raani Wahyuni, ST., MT., M.Sc., dan Dr. Karyadin ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati, Anggota DPRD Dapil VI Nukrah dari Partai Demokrat, seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala BNN Kabupaten Bima Budi Siryono, S.Sos, unsur Muspika, serta tokoh masyarakat dan agama setempat.
UMKM Jadi Pusat Perhatian
Sesi khusus diberikan kepada Ijul Falaq, perintis usaha abon dan nugget ikan tuna, serta Agil Gunawan, pengembang produk obat tradisional. Keduanya secara langsung memaparkan potensi dan kendala yang dihadapi usahanya di hadapan pemimpin daerah.
“Inilah esensi dari Silaturahmi Selasa Menyapa. Selain menggali aspirasi, kita juga membuka mata terhadap potensi ekonomi konkret yang dimiliki anak-anak muda kita,” ujar Bupati Ady Mahyudi usai menyimak presentasi keduanya.
Bupati tidak hanya menyimak. Ia langsung menginstruksikan kepada para kepala OPD terkait untuk memberikan pendampingan dan membuka akses yang lebih luas, baik dalam hal pemasaran maupun pengembangan produk.
“Saya minta OPD terkait segera duduk bersama dengan pelaku usaha ini. Dukungan harus nyata, baik untuk sertifikasi, packaging, hingga akses ke pasar yang lebih luas, termasuk platform digital,” tegas Bupati.
Inspirasi Beasiswa dan Partisipasi Warga
Sebelum sesi UMKM, masyarakat telah disuguhi video dokumenter inspiratif tentang dua putra terbaik Desa Karumbu yang berhasil meraih beasiswa pendidikan ke luar negeri. Hal ini semakin menegaskan bahwa “Ngopi Bareng” dirancang sebagai ruang menyeluruh untuk mengakselerasi pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi.
Bupati menegaskan, program yang mengusung konsep santai ini adalah wahana strategis untuk menggali gagasan dan potensi, khususnya dari generasi muda. “Pembangunan yang berkelanjutan harus melibatkan partisipasi aktif seluruh masyarakat. ‘Selasa Menyapa’ adalah salah satu jalur utama untuk itu,” jelasnya.
Komitmen Berkelanjutan
Kehadiran seluruh perangkat daerah dalam acara ini menunjukkan pendekatan yang terintegrasi. Plt. Camat Langgudu Herman, S.Sos, bersama Kepala Desa Karumbu dan Kalodu, menyambut baik langkah konkret ini.
Program “Selasa Menyapa” yang diinisiasi Pemkab Bima secara konsisten digelar tiap pekan di berbagai lokasi. Diharapkan, pola kolaborasi langsung antara pemimpin, birokrasi, dan warga ini tak hanya mempererat hubungan, tetapi juga menjadi mesin pendorong percepatan ekonomi kerakyatan yang inklusif di Bima.
Dengan komitmen yang ditunjukkan dalam “Ngopi Bareng” kali ini, produk-produk seperti abon tuna Ijul Falaq dan jamu tradisional Agil Gunawan berpotensi tidak hanya dikenal di lingkup lokal Langgudu, tetapi menjadi ikon baru UMKM Kabupaten Bima.
Posting Komentar