Kolaborasi solid sedikitnya 15 organisasi profesi kesehatan dan instansi pemerintah menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan layanan kesehatan gratis komprehensif di Kecamatan Langgudu, Kamis (18/12). Dari sunatan massal, KB, hingga pemeriksaan ibu hamil, sinergi ini merupakan implementasi nyata program “Selasa Menyapa” Pemerintah Kabupaten Bima untuk menjembatani akses kesehatan masyarakat.
BIMA, NTB.- Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, secara khusus menyampaikan apresiasi atas sinergi luar biasa tersebut saat meninjau pos-pos pelayanan di Kantor Desa Kalodu dan SDN Karumbu. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian “Selasa Menyapa Kecamatan Langgudu”.“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan dan semua pihak yang telah bersinergi. Kehadiran dan dedikasi Bapak/Ibu sangat membantu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Langgudu,” ujar Wabup di sela peninjauan.
Ia menegaskan, sinergi antara tenaga kesehatan, organisasi profesi, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus terjaga demi peningkatan kualitas kesehatan yang berkelanjutan.
Partisipasi aktif masyarakat yang memanfaatkan layanan menjadi faktor pendukung utama. Wabup juga berterima kasih kepada warga Langgudu atas partisipasinya, yang menurutnya menjadi bukti bahwa program ini tepat sasaran dalam mendekatkan pelayanan pemerintah.
Layanan yang diberikan sangat beragam, mencakup Cek Kesehatan Gratis (CKG), pengobatan, pemasangan alat kontrasepsi (KB), sunatan massal, pelayanan kesehatan ibu hamil, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi dan balita, serta penyuluhan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan kesehatan gigi.
Kekuatan program ini terletak pada kolaborasi massal. Terdapat 15 entitas yang terlibat, yaitu Dinas Kesehatan, RSUD Bima, RSUD Sondosia, TP. PKK dan GOW, Puskesmas/Pustu, Posyandu, IKA BOGA, serta organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), dan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI).
Sinergi spektakuler ini tidak hanya menyelesaikan target pelayanan hari itu, tetapi telah menanamkan fondasi kuat bagi model kolaborasi masa depan. Program “Selasa Menyapa” di Langgudu membuktikan bahwa ketika pemerintah membuka ruang kolaborasi dan seluruh komponen bangsa bergerak bersama, hambatan akses kesehatan di pelosok dapat ditaklukkan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi preseden baik dan template yang dapat direplikasi di kecamatan-kecamatan lain, mewujudkan cita-cita Bima yang lebih sehat dan tangguh melalui gotong royong.
Posting Komentar