Dalam upaya memulihkan kehidupan warga pascabencana, Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Bina memadukan sumber daya mereka. Sinergi tersebut diwujudkan dalam penyaluran 20,5 ton beras cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD), sebuah aksi kolektif yang bertujuan mengamankan kebutuhan pangan dasar bagi 2.049 kepala keluarga korban bencana hidrometeorologi di lima kecamatan.
BIMA, NTB.- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Kabupaten Bima menunjukkan sinergi dalam penanganan darurat bencana dengan menyalurkan bantuan pangan seberat 20.490 kilogram beras cadangan pemerintah daerah (CPPD). Bantuan untuk 2.049 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi di lima kecamatan ini diserahkan secara simbolis di Bima, Kamis (11/12).Penyaluran ini merupakan kolaborasi konkret antara kedua tingkat pemerintahan, yang terdiri dari 12.770 kilogram beras dari CPPD Provinsi NTB dan diperkuat dengan 7.720 kilogram beras dari CPPD Kabupaten Bima. Kerja sama ini bertujuan memastikan perlindungan dan kebutuhan pangan dasar terpenuhi bagi masyarakat di wilayah terdampak.
“Bantuan ini adalah wujud kehadiran pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Sinergi antara provinsi dan kabupaten kunci utamanya, agar seluruh bantuan disalurkan tepat sasaran,” tegas Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, dalam sambutannya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd, yang mewakili Gubernur NTB, menyatakan bahwa kolaborasi seperti ini memperkuat instrumen cadangan pangan daerah. “CPPD adalah instrumen penting, dan penyaluran bersama ini menjadi contoh sinergi yang diharapkan mampu mendukung pemulihan masyarakat dengan lebih cepat dan terkoordinasi,” jelasnya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bima, sebanyak 2.049 KK tersebar di lima kecamatan mengalami dampak bencana hidrometeorologi pada November 2025. Melalui koordinasi lintas sektor dan tingkat pemerintahan, bantuan darurat ini diharapkan dapat menjadi fondasi awal pemulihan kehidupan warga.
Posting Komentar