Pelantikan massal pejabat eselon II dan III hari ini diwarnai instruksi tegas Bupati Ady Mahyudi untuk mengubah pola kerja birokrasi—dari seremonial ke substansi yang terukur.
BIMA, NTB.- Pesta pelantikan tak selalu tentang ucapan selamat dan jabat tangan. Di tengah prosesi pengambilan sumpah 30 pejabat tinggi Pemkab Bima, Rabu (7/1/2026), Bupati Ady Mahyudi justru melontarkan instruksi keras: "Hentikan kegiatan yang bersifat seremonial dan tidak berdampak langsung!"Pernyataan itu ia sampaikan bukan dalam rapat tertutup, melainkan tepat usai pengukuhan, di hadapan seluruh pejabat, Forkopimda, dan kepala OPD. Dengan nada tegas, Bupati menuntut para pejabat yang baru saja dilantik untuk segera beralih dari budaya seremonial menuju kerja nyata yang berorientasi pada program prioritas dan pelayanan publik.
Instruksi tersebut disampaikan dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan dan pengukuhan 30 pejabat struktural Eselon II dan Eselon III jajaran Pemerintah Kabupaten Bima. Acara berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima, Rabu (7/1), dan menandai rangkaian penyegaran organisasi perangkat daerah.
Bupati Bima, Ady Mahyudi, secara resmi melantik 17 pejabat Eselon II melalui Surat Keputusan nomor 821.2/33/07.2 tahun 2026 dan 13 pejabat Eselon III melalui SK nomor 821.2/34/07.2 tahun 2026.
Dalam sambutannya, Bupati tidak hanya menyampaikan selamat, tetapi secara tegas menggariskan beberapa mandat kinerja yang tidak bisa ditawar. "Fokus pada program prioritas daerah. Tinggalkan kegiatan yang tidak mendukung visi pembangunan Daerah," tegasnya.
Selain instruksi untuk menghentikan seremonial, Bupati juga memberikan beberapa penekanan penting. Ia meminta para pejabat untuk memperkuat disiplin anggaran dan kinerja, memastikan setiap program terukur, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilantik juga diminta untuk mempercepat pelaksanaan program strategis. "Tidak boleh ada keterlambatan yang disebabkan oleh kelalaian administrasi atau lemahnya koordinasi," pesan Ady Mahyudi.
Ia juga menekankan peningkatan kualitas pelayanan publik. "Layanan harus cepat, mudah, ramah, dan berkeadilan, terutama bagi masyarakat kecil dan wilayah terpencil," ucapnya.
Poin terakhir yang ditekankan adalah pentingnya kolaborasi. Bupati meminta agar para pejabat membangun kerja lintas OPD dan menghilangkan ego sektoral. "Tantangan pembangunan tidak bisa diselesaikan secara parsial," jelasnya, menegaskan perlunya pendekatan kolektif dalam menyelesaikan masalah daerah.
Prosesi pelantikan perdana tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE, para kepala OPD, Kepala Bagian, dan Camat di lingkungan Pemkab Bima.
Dengan instruksi yang langsung diberikan pada hari pertama jabatan, Bupati Ady Mahyudi jelas ingin menetapkan ekspektasi tinggi. Pelantikan ini bukan sekadar ritual birokrasi, melainkan titik tolak untuk transformasi kerja pemerintahan yang lebih efektif, berdampak, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat Bima.
Posting Komentar