Wakil Bupati Bima Targetkan 'Zero Waste' di Destinasi Wisata, Ajak 100 Pegawai Dinas Pariwisata Jadi Pelopor Kebersihan


100 ASN dan Non-ASN Dinas Pariwisata Bima kini punya tugas baru: menjadi garda terdepan pembersih sampah. Targetnya? Destinasi wisata 'zero waste'.
BIMA, NTB.- Menyikapi tingginya ancaman sampah plastik terhadap sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Bima mulai menggalakkan gerakan kebersihan menyeluruh. Inisiatif ini digulirkan langsung oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, yang menargetkan destinasi wisata di daerah itu mencapai konsep 'zero waste' atau bebas sampah.

Target tersebut disampaikan Wakil Bupati dalam inspeksi mendadak (sidak) bersama Bupati Ady Mahyudi di Kantor Dinas Pariwisata dan kawasan Taman Wisata Pantai Kalaki, Palibelo, Selasa (20/1). Dalam arahannya, Irfan Zubaidy menekankan bahwa kebersihan, terutama dari sampah plastik, adalah prasyarat mutlak bagi pengembangan pariwisata.

"Kebersihan kawasan wisata dari beragam jenis sampah seperti sampah plastik merupakan prasyarat penting bagi tumbuh kembangnya aktivitas sektor pariwisata," tegas Wabup Irfan.

Untuk mewujudkan target tersebut, ia mengerahkan seluruh sumber daya manusia di lingkungan Dinas Pariwisata. Sebanyak 100 pegawai, yang terdiri dari 45 PNS dan 55 tenaga PPPK serta Non ASN, diinstruksikan untuk menjadi pelopor gerakan ini.

"Oleh karena itu, jajaran Dinas Pariwisata perlu lebih fokus untuk menggalakkan kegiatan kebersihan, dengan mengawali di lingkungan kantor. Kemudian, meluas ke tempat wisata dengan membersihkan sampah-sampah plastik sehingga kita bisa menerapkan zero waste seperti daerah lain yang sektor pariwisatanya sudah maju," jelasnya.

Gerakan ini dirancang bertahap, dimulai dari penataan dan kebersihan internal kantor dinas, lalu diterapkan secara konsisten di semua destinasi wisata unggulan Kabupaten Bima. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya lingkungan yang bersih dan bebas sampah.

Dalam sidak yang sama, Bupati Ady Mahyudi juga memberikan arahan terpisah tentang pentingnya penyelamatan aset daerah. Ia meminta jajaran Dinas Pariwisata untuk menjajaki kerjasama dengan pihak ketiga dalam pemeliharaan dan pengelolaan destinasi wisata agar lebih tertata dan profesional.

Kedua arahan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bima untuk membenahi sektor pariwisata secara fundamental, tidak hanya dari aspek kebersihan dan lingkungan, tetapi juga pengelolaan aset yang berkelanjutan.

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama