Safari Ramadhan Kedua, Wabup Bima Sampaikan Refleksi dan Harapan untuk Daerah


BIMA, NTB.- Rangkaian Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bima berlanjut ke Desa Teke, Kecamatan Palibelo. Masjid Al-Huda menjadi lokasi kunjungan kedua, Selasa (24/02/2026), setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan di Kecamatan Wera.

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi. Di hadapan jamaah, Wakil Bupati Bima, Irfan Zubaidy, menyerahkan Al-Qur’an kepada pengurus masjid sebagai simbol dukungan terhadap pembinaan kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan doa agar dirinya bersama Bupati dan seluruh jajaran pemerintah daerah diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah kepemimpinan secara adil dan bertanggung jawab.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga Kabupaten Bima sebagai daerah yang damai, menjunjung tinggi persaudaraan, serta saling menasihati dalam kebaikan.

Ramadhan kali ini, menurutnya, memiliki makna tersendiri. Selain sebagai bulan ibadah, Februari juga menjadi pengingat atas satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bima sejak dilantik oleh Presiden Republik Indonesia. Momentum tersebut dijadikannya sebagai ruang refleksi.

Secara terbuka, ia menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama satu tahun terakhir. Ia mengakui masih ada harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terwujud.

Meski demikian, sejumlah program prioritas disebut telah berjalan, termasuk program “Selasa Menyapa”, yakni kegiatan turun langsung dan bermalam di desa-desa untuk menyerap aspirasi warga. Program tersebut telah dilaksanakan di 18 kecamatan dan 32 desa sebagai upaya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat serta mempercepat penyelesaian persoalan di lapangan.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima, Mujiburrahman, mengingatkan pentingnya mensucikan diri lahir dan batin selama Ramadhan. Ia menyebut Ramadhan dan Al-Qur’an sebagai dua cahaya yang seharusnya dimanfaatkan dengan memperbanyak membaca, mengkaji, dan mengamalkan isi kandungannya.

Safari Ramadhan di Palibelo itu turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, jajaran Kementerian Agama, unsur Muspika, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Suasana berlangsung khidmat, dengan interaksi yang lebih terbuka antara pemerintah dan warga.
Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama