Polsek Bolo Turun ke Petani, Pantau Harga Jagung dan Cegah Kecurangan Tengkulak

 



BIMA, NTB – Dalam upaya mencegah praktik kecurangan para tengkulak yang berpotensi menimbulkan instabilitas ekonomi di tingkat desa, personel Polsek Bolo Polres Bima Kabupaten Polda NTB turun langsung menemui para petani di wilayah hukumnya. Langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam mendukung kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pertanian.

Pada Selasa (31/3/2026), Bhabinkamtibmas Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, menyambangi para petani yang tengah menjemur jagung hasil panen. Dalam pemantauannya, diketahui bahwa proses penjemuran jagung berlangsung selama tiga hari, namun durasinya sangat bergantung pada kondisi cuaca setempat.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga komoditas jagung di Desa Rasabou tercatat bervariasi. Para pengecer membeli dengan harga Rp4.300 per kilogram, sementara daya beli dari gudang mencapai sekitar Rp4.400 per kilogram. Perbedaan harga ini menjadi perhatian kepolisian untuk memastikan petani mendapatkan harga yang layak dan tidak dirugikan oleh oknum tengkulak.

Kapolres Bima Kabupaten, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka, menyampaikan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah-tengah petani merupakan bentuk pendampingan menyeluruh, mulai dari proses panen hingga penjualan.

“Bhabinkamtibmas tidak hanya melakukan pemantauan harga, tetapi juga turut membantu warga binaannya dalam proses penjemuran hingga pengumpulan jagung. Kami akan terus melakukan pendampingan terhadap para petani hingga tahap penjualan, guna memastikan mereka mendapatkan hak yang adil,” ujar AKP Adib mengutip pernyataan Kapolres.

Kegiatan pendampingan ini mendapat apresiasi positif dari para petani setempat. Mereka merasa terbantu dengan kehadiran aparat kepolisian yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan mereka di sektor pertanian.

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama