Empat buruh bulog asal Sumba Barat Daya nyaris menjadi bulan-bulanan warga Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, setelah mengeroyok seorang Babinsa, Senin (20/4) siang. Pengeroyokan bermula dari ketidakterimaan para pelaku saat ditegur Sertu Sulaiman karena menolak memuat gabah petani dengan alasan jarak angkut terlalu jauh. Kemarahan massa yang melihat Babinsa babak belur pun tak terbendung, memaksa aparat mengamankan pelaku dari amukan warga.
BIMA, NTB.- Empat orang buruh bulog asal Sumba Barat Daya, NTT, nyaris dihakimi massa usai mengeroyok seorang Babinsa di Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, Senin siang. Para pelaku meluapkan amarahnya setelah ditegur karena menolak memuat gabah petani.
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.30 Wita. Sertu Sulaiman, Babinsa Desa Sakuru, tengah mendampingi masyarakat binaannya menjual gabah ke Bulog. Saat proses penimbangan, terjadi penolakan dari buruh Bulog terhadap arahan Babinsa yang meminta gabah diangkat dari dua tempat berbeda.
Dua menit kemudian, pukul 13.32 Wita, Sertu Sulaiman memerintahkan para pelaku untuk segera memuat padi ke mobil. Namun, jawaban tegas datang dari pelaku: tidak mau, dengan nada keras, beralasan jarak angkut terlalu jauh dari mobil. Babinsa pun menegur sikap tersebut. Tak terima ditegur, keempat buruh justru langsung mengeroyok Sertu Sulaiman. Merasa terancam, korban melawan untuk membela diri.
Aksi pengeroyokan itu dilihat oleh warga setempat. Gerah melihat Babinsa mereka babak belur, massa pun berteriak dan mengejar para pelaku. Panik, keempat pelaku melarikan diri ke rumah warga untuk bersembunyi. Namun massa yang semakin emosi nyaris menghakimi mereka di tempat persembunyiannya.
Danramil 1608-07/Monta, Mayor Ade, menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, masyarakat melihat langsung aksi pengeroyokan tersebut.
"Melihat ada masyarakat yang datang, pelaku langsung melarikan diri ke rumah warga sehingga hampir dikeroyok oleh massa yang prihatin terhadap Sertu Sulaiman sebagai Babinsa desa tersebut," terangnya.
Aparat bergerak cepat. Anggota Koramil bersama Danramil 1608-07/Monta dan Polsek Monta langsung mengamankan para pelaku menggunakan kendaraan dinas Koramil. Satu pelaku sempat mendapat perlawanan dari warga saat hendak dievakuasi.
Tak berselang lama, anggota Polsek Monta mengamankan satu pelaku lain yang bersembunyi di rumah warga untuk menghindari amukan massa. Keduanya dibawa ke Kantor Koramil untuk dimintai keterangan.
Akibat pengeroyokan tersebut, Sertu Sulaiman mengalami luka gores di pipi kanan, memar di bagian pipi kanan, serta keseleo di betis kaki kiri.
Hingga berita ini diturunkan, tiga dari empat pelaku telah diamankan dan diserahkan ke Satuan Sabara Polres Kabupaten Bima untuk pemeriksaan lebih lanjut, disaksikan anggota Polsek Monta.
Para pelaku yang diamankan adalah AlF, R, dan K, semuanya berusia 19 tahun, berprofesi sebagai buruh Bulog, asal Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, yang berdomisili di Desa Kenanga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.
Satu pelaku lain berinisial ARB, 22 tahun, dengan profesi dan asal daerah yang sama, juga turut diamankan. Sementara itu, satu terduga pelaku lain berinisial M, 23 tahun, warga Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya, juga telah diamankan oleh Sat Sabara Polres Bima. Dua orang lainnya masih dalam pengejaran pihak berwajib.
Danramil 1608-07/Monta, Mayor Ade, menambahkan bahwa hingga saat ini situasi di Desa Sakuru berjalan aman dan tenang. Masyarakat diminta tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat.
Posting Komentar