BIMA, NTB.- Dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional, Polsek Bolo Polres Bima Kabupaten Polda NTB secara rutin melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap para petani di wilayah hukumnya. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program prioritas pemerintah.
Seperti yang dilaksanakan oleh Kanit Binmas Polsek Bolo, Aipda Rusdin, pada Sabtu (4/4/2026). Ia memantau sekaligus membantu warga Desa Tambe dalam proses penjemuran jagung yang berlangsung sekira pukul 09.00 Wita. Kehadirannya di tengah-tengah petani menjadi motivasi tersendiri bagi warga yang sedang bergelut dengan hasil panen.
Untuk mengeringkan jagung, para petani harus menjemurnya selama tiga hingga empat hari. Setelah itu, kadar air jagung akan diuji sebelum akhirnya dijual kepada para tengkulak atau langsung ke gudang pembeli. Proses ini membutuhkan ketelitian karena harga jual sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kadar air jagung.
Sebagai informasi, harga jagung di kalangan pengecer saat ini tercatat Rp4.900 per kilogram, sementara harga beli di tingkat gudang mencapai Rp5.200 per kilogram. Perbedaan harga ini menjadi perhatian petani dalam menentukan pilihan tempat penjualan agar memperoleh keuntungan yang optimal.
Kapolres Bima Kabupaten, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka, menyampaikan bahwa kehadiran anggota Polsek Bolo di lokasi penjemuran jagung merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesejahteraan petani.
“Kami tidak hanya hadir saat ada gangguan keamanan, tetapi juga mendampingi petani dalam aktivitas produktif mereka. Ini adalah wujud pengabdian Polri yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar AKP Adib.
Kehadiran anggota Polsek Bolo ini mendapatkan apresiasi positif dari para petani. Mereka merasa terbantu dan semakin termotivasi untuk meningkatkan hasil pertanian. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman, mencerminkan sinergi yang harmonis antara Polri dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat desa.

Posting Komentar