Polres Bima Nilai Lomba Siskamling di Tiga Desa, Hidupkan Kembali Budaya Keamanan Berbasis Masyarakat

  



BIMA, NTB – Tim penilai lomba Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) tingkat Polres Bima Kabupaten Polda NTB melaksanakan penilaian di tiga desa, yakni Desa Panda (Kecamatan Palibelo), Desa Rabakodo (Kecamatan Woha), dan Desa Cenggu (Kecamatan Belo), pada Kamis (30/4/2026) sekira pukul 20.00 Wita.

Penilaian yang berlangsung di tiga kecamatan tersebut dipimpin oleh Kaur Bin Ops Sat Binmas, Iptu Sarujin, S.H., didampingi oleh Kanit Binpolmas Aiptu Arif Rahman, S.H., Kanit Bintibsos Aiptu Najamudin, Kanit Binkamsa Aiptu Imran, Kanit Bhabinkamtibmas Aiptu Mabrur, serta Kaur Mintu Sat Binmas Aipda Bilal Al Gazali, S.H..

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam menghidupkan kembali budaya siskamling sebagai garda terdepan pengamanan berbasis masyarakat.

“Siskamling adalah fondasi keamanan partisipatif. Melalui lomba ini, kami ingin mendorong semangat gotong royong warga dalam menjaga lingkungannya masing-masing,” ujar Iptu Sarujin di sela-sela penilaian.

Kapolres Bima Kabupaten, AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., dalam keterangan tertulisnya melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar AKP Adib mengutip pernyataan Kapolres.

Penilaian lomba meliputi kelengkapan pos kamling seperti tongkat, senter, kotak P3K, buku mutasi, serta struktur organisasi kepengurusan. Selain itu, tim juga melakukan pengecekan terhadap kesiapan petugas ronda dan kelengkapan administrasi pendukung lainnya sebagai indikator penilaian dalam lomba Poskamling tingkat Polres Bima.

“Kami berharap desa-desa yang dinilai dapat menjadi percontohan bagi desa lain dalam mengelola sistem keamanan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan,” tambah Iptu Sarujin.

Seluruh rangkaian kegiatan penilaian berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari warga serta aparat desa setempat. Semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga keamanan lingkungan mulai kembali tumbuh di tengah masyarakat.

Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama