Penanganan stunting menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Bima dalam aksi nyata pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) dan Gerakan Orang Tua Asuh (Genting), puluhan tenaga medis dikerahkan untuk intervensi gizi bagi ibu hamil dan balita di Kecamatan Donggo
Aksi nyata ini digelar pada Kamis (28/11/25) dan menyasar dua desa di Kecamatan Donggo. Program yang menargetkan pelayanan publik ini menghadirkan setidaknya 10 jenis layanan yang bisa diakses dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Kolaborasi massal menjadi tulang punggung kegiatan ini. Dinas Kesehatan Bima menggandeng organisasi profesi, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Bima. Tercatat, delapan dokter bertugas di pos pelayanan yang berlokasi di SDN Doridungga, didukung oleh 76 personil tenaga medis lintas profesi, seperti tenaga gizi, ahli promosi kesehatan, dan bidan desa.
Layanan kesehatan yang diberikan sangat komprehensif, mencakup Pelayanan Gizi, Promosi Kesehatan, dan Kesehatan Lingkungan. Pada bidang ini, masyarakat mendapat pengobatan gratis, kelas ibu hamil, kelas gizi, serta pembagian paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk bumil dan balita.
Namun, yang menjadi sorotan utama adalah upaya konkret penanganan stunting. Tidak hanya melalui Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KAB) Kabupaten Bima bermitra dengan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) setempat mengadakan dua program unggulan: Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program ini menargetkan intervensi gizi yang tepat sejak dini.
Layanan pendukung lainnya juga hadir untuk menjawab berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat, seperti donor darah, pemeriksaan golongan darah, penyuluhan dan pemeriksaan gigi, deteksi dini kanker payudara, pelayanan kesehatan mata, pelayanan fisioterapi, dan khitanan massal.
Komitmen pemimpin daerah juga terlihat jelas. Bupati Bima, Ady Mahyudi, dan Wakil Bupati, dr. H. Irfan Zubaidy, didampingi para Kepala OPD terkait, Camat Donggo, dan Kades Doridungga, secara langsung meninjau sejumlah titik pelayanan.
Dalam kunjungannya, Bupati menyampaikan agar masyarakat dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kehadiran pusat layanan pemerintahan di desa tersebut. "Kami berharap masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi kesehatan dan menikmati kesehatan gratis," ujarnya, menegaskan komitmen pemerintah dalam membawa layanan esensial langsung ke pelosok desa.
Aksi terpadu ini diharapkan tidak hanya menjadi pengobatan sesaat, tetapi menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran kesehatan masyarakat dan memperkuat fondasi generasi muda Bima yang bebas dari stunting di masa depan.
Posting Komentar