Harapan baru bagi siswa di pesisir Wera akhirnya datang. Setelah bertahun-tahun belajar dengan fasilitas minim, SDN No. 1 Tawali kini memperoleh suntikan dana Rp300 juta dari PT Ramayana untuk pembangunan ruang kelas layak dan sarana pendukung lainnya.
BIMA, NTB.- Kesenjangan infrastruktur pendidikan di daerah terpencil Kabupaten Bima mulai mendapat jawaban nyata. PT. Ramayana menyuntikkan dana sebesar Rp 300 juta untuk membangun dan merenovasi SDN No. 1 Tawali di Kecamatan Wera, sebuah wilayah pesisir yang kerap kesulitan mendapatkan akses pembangunan memadai. Langkah strategis ini menjadi penanda penting peran swasta dalam menjawab kebutuhan mendesak di sektor pendidikan.Bantuan corporate social responsibility (CSR) tersebut diwujudkan dalam pembangunan dua unit ruang kelas baru, dilengkapi 20 unit meja, 40 unit kursi, dan papan tulis yang diresmikan Sabtu (29/11). Kehadiran infrastruktur pendidikan baru ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan sarana belajar yang selama ini dialami siswa di daerah terpencil.
Dalam sambutannya, Bupati Bima yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda, Fatahullah, S.Pd., menyambut positif kontribusi nyata ini. "Pembangunan gedung baru ini merupakan langkah konkret untuk peningkatan kualitas pendidikan dan ini bukan sekadar fisik, tetapi investasi masa depan dalam mempersiapkan generasi mendatang agar lebih siap menghadapi tantangan global," ujarnya.
Fatahullah yang hadir didampingi Kadis Dikpora Zunaiddin dan Camat Wera H. Ilham menegaskan komitmen pemda untuk merawat bantuan tersebut. "Kami berkomitmen untuk menjaga dan merawat bangunan ini. Harapan kami, dengan adanya bangunan baru ini, suasana belajar akan lebih nyaman dan kondusif bagi anak-anak kita," tambahnya.
Direktur HRD PT. Ramayana, H. M. Yani, S.H., menyatakan langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap pembangunan daerah. "Mudah-mudahan dengan dukungan infrastruktur dan peralatan belajar ini, dapat menunjang kelancaran proses pembelajaran. Ke depan, kami berharap dapat lebih banyak berpartisipasi dalam pembangunan yang ada di Kecamatan Wera," tuturnya.
Yani juga berharap inisiatif ini dapat menginspirasi perusahaan lain untuk turut berkontribusi mengatasi kesenjangan infrastruktur di berbagai daerah terpencil di Bima.
Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi strategis antara pemerintah dan swasta dapat menjadi solusi efektif mengatasi ketertinggalan pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah-daerah terpencil.
Posting Komentar