Bupati Bima Tantang ASN Jadi 'Penggerak Utama' Transformasi Digital


Gelombang transformasi digital kini masuk ke jantung birokrasi Bima. Dalam amanat tegasnya pada HUT Korpri ke-54, Bupati Ady Mahyudi tidak lagi sekadar meminta adaptasi, tetapi menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk naik peran: dari pelaksana menjadi penggerak utama perubahan. Era baru yang menuntut kecepatan, inovasi, dan daya saing telah resmi dimulai.

BIMA, NTB.- Memasuki era digital yang penuh disrupsi, Bupati Bima, Ady Mahyudi, menetapkan standar baru bagi birokrasi daerah. Dalam upacara Hari Ulang Tahun Korpri ke-54 Tingkat Kabupaten Bima, Senin (1/12), Bupati menegaskan bahwa ASN harus bertransformasi menjadi penggerak utama transformasi digital pemerintahan. Pernyataan ini sekaligus menjadi respons resmi pemerintah daerah terhadap arahan Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional tentang tuntutan perubahan di dunia kerja.

Upacara yang mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Bersama Korpri Wujudkan Indonesia Maju” dan berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Bima tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan daerah. Mulai dari Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi, SE, para pejabat eselon II dan III, staf ahli, asisten, pimpinan OPD, camat, hingga perwakilan ASN lingkup Pemkab Bima.

Dengan menyampaikan beberapa poin arahan tertulis dari Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH., Bupati Ady Mahyudi kemudian menyampaikan pesan kunci yang lebih spesifik untuk konteks lokal.

“Kita hidup di era digital yang menuntut perubahan besar dalam pola pikir, pola sikap, dan pola tindak. ASN harus mampu bekerja lebih cepat, efisien, inovatif, dan berdaya saing,” tegas Bupati dengan nada serius. “Saya tidak ingin ASN hanya menjadi pelaksana yang pasif. Saya ingin ASN menjadi penggerak utama transformasi digital pemerintahan.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tuntutan kerja ASN di Kabupaten Bima telah bergeser. Bupati menekankan bahwa kemampuan beradaptasi saja tidak lagi cukup; yang dibutuhkan sekarang adalah kemampuan untuk memimpin inisiatif digital, merancang solusi inovatif, dan mendorong efisiensi melalui teknologi.

Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan tentang roh perjuangan Korpri. Ia menyatakan bahwa tema peringatan HUT Korpri ke-54 mencerminkan tekad ASN untuk tetap menjaga persatuan, soliditas, integritas, dan kemandirian dalam pengabdian.

“Korpri harus menjadi kekuatan moral sekaligus profesional, yang menjadi pemersatu dan penggerak birokrasi demi terwujudnya Indonesia maju, adil, dan berdaya saing,” ujar Bupati.

Sebagai penutup, Bupati meluncurkan seruan “Korpri Siaga” sebagai bentuk kesiapan konkret menjawab tantangan tersebut. Seruan ini dimaknai sebagai perintah untuk selalu waspada, tanggap, dan proaktif dalam merespons dinamika pembangunan.

Dengan tantangan yang telah dilemparkan, Pemkab Bima kini memasuki fase krusial membangun birokrasi yang tidak hanya tangguh secara moral, tetapi juga gesit dan visioner secara teknologi. Tantangan Bupati untuk menjadikan ASN sebagai “penggerak utama” transformasi digital akan menjadi tolok ukur baru bagi kinerja dan relevansi birokrasi daerah di tengah percepatan zaman. Kesediaan ASN menerima peran baru ini akan menentukan seberapa jauh Bima dapat berlari mengejar ketertinggalan dan memenangi persaingan di era digital.
Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama