Digitalisasi mengubah segalanya, tak terkecuali cara menyampaikan dakwah. Lalu, bagaimana para muballighat (pendakwah perempuan) bersiap menghadapinya?
Kegiatan yang digelar di aula Kemenag Kabupaten Bima ini secara resmi dibuka oleh Kasubag TU Kemenag Bima, H. Muhammad Safi'i, MH. Pelatihan mengusung tema "Meningkatkan Peran Dakwah Perempuan di Era Digital, Muballighat Berdaya, Umat Berjaya", menegaskan komitmen untuk membekali pendakwah perempuan dengan kompetensi yang relevan dengan zaman.
Ketua Umum GOW Kabupaten Bima, Ny. Hj. Anita H. Irfan Zubaidy, A. Md., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai langkah strategis. “Kami berharap GOW ke depannya memiliki muballighat yang andal untuk membina masyarakat dan menyebarkan tuntunan Islam. Pelatihan ini diharapkan menjadi jalan untuk mempersiapkan kader muballighat yang berdaya dan mampu menjadi agen perubahan,” jelas Anita Zubaidy.
Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari perwakilan majelis taklim dan organisasi wanita anggota GOW Kabupaten Bima antusias mengikuti pelatihan perdana ini. Mereka dibekali tiga materi utama yang dirancang menyeluruh: (1) Membangkitkan Semangat Dakwah, Menumbuhkan Kepercayaan Diri Kader Muballighat, dan Kesiapan Menghadapi Problematika Dakwah yang disampaikan oleh TGH. M. Sathur H. Ahmad; (2) Akhlak dan Keteladanan Rasulullah serta Strategi Dakwah Rasulullah dan Akhlak Muballighat oleh Dr. Irwan Syafruddin, M.Pd.I; serta (3) Konsep Dakwah, Misi dan Tantangan Dakwah Islam yang dipaparkan oleh Ketua II GOW Kabupaten Bima, Dra. Hj. Aminah Zainuddin, M.Ap. Seluruh sesi dipandu oleh moderator dari Bidang Pendidikan, Sosial, dan Budaya GOW.
Kolaborasi antara GOW dan Kemenag Bima dalam program pelatihan ini menandai dimulainya upaya sistematis untuk memperkuat peran dakwah perempuan. Dengan mencetak 50 kader perdana yang berasal dari latar belakang organisasi yang beragam, seperti Muslimat NU, Aisyiyah, Wanita Islam, Persistri, dan lainnya. Diharapkan lahir para muballighat yang tidak hanya paham ajaran agama, tetapi juga cakap menghadapi dinamika dan tantangan dakwah kontemporer.
Posting Komentar