Lima Kecamatan Jadi Ujung Tombak Pengembangan Pariwisata Strategis Bima



Pemerintah Kabupaten Bima menetapkan lima kawasan secara spesifik sebagai lokus pengembangan destinasi pariwisata strategis. Kelima kecamatan andalan itu adalah Lambu, Sape, Wawo, Wera, dan Ambalawi, yang kini menjadi fokus utama kajian dan perencanaan terpadu untuk mendongkrak sektor pariwisata daerah.

BIMA, NTB.- Penetapan ini disampaikan dalam Seminar Analisis Potensi dan Kendala Pengembangan Pariwisata Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) yang digelar Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Bima bersama Pusat Kajian Nusa Tenggara Barat, Senin (8/12/25).

Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Iwan Setiawan, S.E., yang mewakili Bupati Bima dalam pembukaan seminar menegaskan, pembangunan sektor pariwisata di kelima kawasan tersebut harus memberi nilai tambah nyata bagi masyarakat, selaras dengan visi Bima Bermartabat.

“Penjabaran visi tersebut dapat diwujudkan melalui lima fokus utama, termasuk penyediaan infrastruktur wisata yang memadai serta penguatan ekonomi berbasis pariwisata di daerah-daerah tersebut,” ungkap Iwan.

Untuk mewujudkannya, Plt. Kepala BRIDA Kabupaten Bima, Raani Wahyuni, S.ST., MT., M.Sc., menyatakan bahwa hasil rekomendasi kajian spesifik untuk kelima kecamatan itu akan diintegrasikan ke dalam program kerja tiga dinas terkait, yaitu Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Koperasi dan UKM.

“Kami berharap rekomendasi riset ini dapat diterapkan pada program kerja OPD, terutama yang terkait langsung dengan pengembangan wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan-kawasan strategis ini,” jelas Raani.

Narasumber kajian, Dr. Syarif, M.Si dari Pusat Kajian Nusa Tenggara (PASAKANARA), memaparkan bahwa kajian ini disusun untuk mendorong kemajuan wisata daerah secara nyata. Ia juga menyebutkan sejumlah tantangan, termasuk ketersediaan anggaran, yang perlu diatasi untuk mengoptimalkan potensi kelima destinasi tersebut.

“Peningkatan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan juga menjadi kunci memperkuat citra destinasi di kelima kawasan ini,” pungkas Dr. Syarif.

Seminar yang dihadiri oleh para camat dan pejabat OPD terkait ini diharapkan dapat menghasilkan peta jalan yang jelas untuk pengembangan ekonomi berbasis pariwisata di Lambu, Sape, Wawo, Wera, dan Ambalawi, sebagai pilot project pengembangan wisata Kabupaten Bima.


Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama