Pemkab Bima Targetkan Seluruh Desa di Tambora Akses Air Bersih 2026

Dengan total anggaran Rp 5,14 miliar pada 2025-2026, Pemerintah Kabupaten Bima berkomitmen wujudkan akses air bersih untuk 615 rumah di Tambora, mengejar target 100% desa berakses air pada 2026.
BIMA, NTB.- Krisis air bersih yang selama ini membelit masyarakat di wilayah terpencil Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, ditargetkan tuntas dalam dua tahun ke depan. Pemerintah daerah menjanjikan seluruh desa di kaki Gunung Tambora itu akan menikmati akses air bersih berkelanjutan pada 2026.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, dalam kegiatan Ngopi Bareng Selasa Menyapa Tambora di Gedung Serbaguna Desa Kawinda Nae, Selasa (23/12). Menurutnya, penguatan layanan dasar menjadi prioritas utama, terutama di wilayah terpencil seperti Tambora.

“Insya Allah, pada 2026 nanti seluruh desa di Tambora sudah mendapatkan akses air bersih. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Irfan Zubaidy di hadapan ratusan warga dan perangkat desa.

Ia menjelaskan bahwa realisasi komitmen itu telah dimulai melalui alokasi anggaran yang signifikan. Pada Tahun Anggaran 2025, Pemkab Bima mengucurkan dana Rp3,5 miliar untuk membangun sarana air bersih di Desa Labuan Kananga, yang akan mencakup 380 sambungan rumah. Dilanjutkan pada 2026, anggaran Rp1,64 miliar disiapkan untuk jaringan air bersih di Desa Oi Panihi, melayani 235 kepala keluarga.

Di luar sektor air bersih, pemerintah juga mempercepat pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas, pariwisata, dan perekonomian lokal. Pada 2025, peningkatan jalan dilakukan melalui Pokok Pikiran (Pokir), termasuk penanganan ruas Jalan Kawinda Toi dan jalan wisata menuju Air Terjun Oi Panihi di Dusun Mbolo.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati juga mengabarkan kemajuan program Inpres Irigasi di Sori Kananga yang telah mendekati penyelesaian. “Alhamdulillah, pelaksanaan Inpres Irigasi di Sori Kananga sudah hampir selesai. Kita berharap ini segera dimanfaatkan para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Kegiatan Ngopi Bareng Selasa Menyapa Tambora dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Bima, anggota DPRD, jajaran OPD, Camat Tambora, Muspika, serta seluruh kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat. Acara ini menjadi ajang dialog langsung antara pemerintah dan warga dalam menyerap aspirasi dan menyampaikan program pembangunan.

Dengan langkah strategis ini, masyarakat Tambora diharapkan tidak hanya terbebas dari ketergantungan sumber air tidak terjamin, tetapi juga siap menggerakkan roda perekonomian dan pariwisata lokal yang lebih maju.
Print Friendly and PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama