BIMA, NTB.- Seorang pemancing ditemukan meninggal dunia setelah boat yang ditumpanginya bersama empat orang lainnya menabrak tebing karang di Perairan Karumbu, Kabupaten Bima, Rabu (3/4/25) kemarin. Korban merupakan warga Kelurahan Penaraga, Kota Bima.
Kecelakaan laut (Laka Laut) tersebut diduga kuat disebabkan oleh cuaca buruk dan gelombang besar yang menghantam perairan selatan Bima, sehingga menyebabkan boat kehilangan kendali.
Merespons laporan tersebut, Satpolairud Polres Bima Polda NTB di bawah pimpinan Kasat Polairud, Iptu Haripurnomo SH, segera menggelar operasi Search and Rescue (SAR) gabungan pada Kamis (4/4/25). Tim yang berkoordinasi dengan Basarnas Pos SAR Bima dan relawan ini mempersiapkan sejumlah sarana seperti perahu aluminium, peralatan medis, kantong jenazah, alat komunikasi, dan pelampung.
Kapolres Bima, AKBP Eko Sutomo S.I.K., M.I.K., melalui Kasat Polairud mengonfirmasi peluncuran operasi tersebut. “Tim gabungan bergerak menyusuri perairan Teluk Bima, khususnya di sekitar Perairan Wane dan Karumbu, mulai pukul 08.00 Wita,” ujar Iptu Haripurnomo.
Pencarian diawali dari Perairan Wane ke arah timur sejauh 13 Nautical Mile (NM), mengikuti arah arus dan angin. Setelah istirahat, tim mempersempit area pencarian (re-focusing) di sekitar Last Known Position (LKP) atau titik lokasi kejadian terakhir.
Upaya tersebut membuahkan hasil. “Berkat kekompakan dan koordinasi yang solid, pada pukul 13.10 Wita kami berhasil menemukan jenazah korban dalam kondisi tenggelam di kedalaman sekitar 5 meter,” jelas Haripurnomo. Lokasi penemuan hanya berjarak sekitar 10 meter dari tempat kejadian.
Jenazah kemudian berhasil dievakuasi ke atas perahu dan didaratkan di Pantai Wane untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna proses identifikasi dan pemakaman lebih lanjut.
Meski operasi SAR hanya berlangsung selama sehari sejak dilaporkan, tim menghadapi sejumlah kendala signifikan. “Gelombang laut yang sangat tinggi, karakteristik perairan selatan yang berhadapan dengan Samudera Hindia, serta lokasi tebing karang yang curam sangat menyulitkan manuver perahu pencari,” papar Kasat Polairud.
Namun, semangat pengabdian dan profesionalisme tim gabungan, yang terdiri dari pasukan khusus laut Polri dibantu mitra, akhirnya mengatasi semua tantangan dan menyelesaikan misi pencarian dengan sukses.
Posting Komentar