Pertandingan berlangsung sengit dan dramatis. Bima United sempat dua kali unggul lewat gol-gol Erik (menit 10 dan 55), tetapi tekad Persebi tak pernah padam. Gol balasan dari Ardian Muslim (16) dan Miftahul Islam (50) membawa pertandingan ke babak adu penalti.
Di titik penentuan itu, Persebi tampil lebih kokoh dan keluar sebagai pemenang dengan skor 6-5, mengamankan gelar juara zona dan tiket ke Liga NTB.
Yang membuat laga ini istimewa adalah nuansa yang menyelimutinya. Meskipun berstatus derby yang penuh gengsi, semangat sportivitas dan kekeluargaan tetap menjadi nilai utama. Hal ini diperkuat oleh kehadiran dan dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten Bima. Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, didampingi Sekretaris Daerah Adel Linggi Ardi dan Staf Ahli Bupati Afifudin, SE., MM, hadir di tribune memberikan dukungan.
Dalam pernyataannya, Wabup Bima dengan bijak menempatkan persaudaraan di atas segala-galanya.
"Laga yang berlangsung penuh semangat sportivitas dan kekeluargaan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimaknai sebagai pertandingan persaudaraan antar daerah di Pulau Sumbawa," ungkap Irfan Zubaidy.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya adalah bentuk dukungan nyata bagi pengembangan olahraga prestasi di Bima, sekaligus motivasi bagi semua atlet untuk berprestasi dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
Dengan demikian, kemenangan Persebi bukan sekadar kemenangan untuk klub, tetapi sebuah pencapaian yang dibanggakan bersama oleh masyarakat Bima, sementara pesan persaudaraan dari pemimpinnya mengalir untuk seluruh Sumbawa.
Posting Komentar