Kegiatan patroli perairan ini dikendalikan langsung oleh Kasat Polairud Polres Bima, AKP Haripurnomo, S.H. Dengan metode door-to-door atau menyapa langsung dari kapal ke kapal, petugas memberikan edukasi kepada para nelayan dan Anak Buah Kapal (ABK) mengenai pentingnya mengutamakan keselamatan jiwa di tengah kondisi alam yang tidak menentu.
Kapolres Bima, AKBP M. Anton Bhayangkara Gaisar, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan bahwa langkah ini merupakan wujud kepedulian Polri dalam menjamin keamanan dan ketertiban di wilayah pesisir.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat nelayan untuk selalu memantau informasi perkembangan cuaca dan arahan dari BMKG sebelum memutuskan untuk melaut. Mengingat cuaca ekstrem seperti angin kencang dapat memicu gelombang tinggi yang berakibat fatal bagi keselamatan," ungkap AKP Adib Widayaka.
Selain faktor cuaca, tim patroli juga memberikan peringatan keras kepada para nelayan agar dalam beraktivitas tidak menggunakan bahan-bahan terlarang seperti bom ikan atau zat kimia lainnya. Hal ini ditekankan guna menjaga kelestarian ekosistem laut agar tidak rusak demi keberlangsungan masa depan nelayan itu sendiri.
Bagi para ABK kapal angkutan, petugas turut mengingatkan agar selalu melengkapi dokumen administrasi pelayaran, memastikan alat keselamatan tersedia di kapal, serta menjamin tidak membawa barang-barang terlarang yang melanggar hukum.
"Kehadiran personel Satpolairud di tengah laut ini diharapkan dapat memberikan rasa aman. Kami ingin memastikan aktivitas ekonomi di perairan tetap berjalan, namun dengan tetap mengedepankan standar keselamatan yang ketat," tambah AKP Adib.
Seluruh rangkaian kegiatan patroli dialogis tersebut berjalan dengan lancar dan aman. Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah perairan Kabupaten Bima terpantau kondusif dengan pengawasan yang terus diperketat oleh Satpolairud.

Posting Komentar